oleh: Andika Dharma Hadikusuma
NIM: 145120400111015
Teori pembangunan merupakan teori yang timbul akibat
adanya ketimpangan antara negara barat dan negara dunia ketiga. Pembangunan dalam teori dan praktiknya
mengalami dinamika yang kompleks. Kompleksitas yang terjadi dikarenakan kondisi
dunia yang tidak membaik meskipun program pembangunan yang menganut teori
pembangunan konvensional tidak berdampak baik, bahkan memberikan dampak lebih
buruk kepada beberapa negara di dunia. Keadaan yang terjadi diluar ekspektasi
memunculkan 2 analisa besar terkait alasan hal tersebut terjadi.
Analisa pertama adalah karena teori pembangunan
konvensional mengacu kepada sistem pasar yang mana lebih menguntungkan kepada
golongan kaya dan tidak memberikan efek besar pada golongan miskin. Dan yang
kedua adalah tidak mungkin bagi orang-orang dunia ketiga untuk mencapai standar
pembangunan yang diterapkan oleh negara kaya, karena standar negara kaya juga
akan ikut naik dan tidak akan pernah mencapai titik temu.
Selain timbul analisa-analisa tersebut, timbul juga
perdebatan tentang teori pembangunan yang konvensional. Perdebatan tersebut
mengacu kepada bagaimana pembangunan seharusnya berjalan, apa yang harus dibangunan,
dan pembangunan untuk siapa. Perdebatan ini mengasilkan pemikiran pemikiran
baru mengenai alternatif dari konsep pembangunan. Pemikiran-pemikiran alternatif
tersebut menghasilkan indikator-indikator baru yang seharusnya dicapai pada
proses pembangunan yang tidak ada pada konsep pembangunan konvensional yang
hanya berfokus pada ekonomi berbasis GNP.
Meskipun telah banyak alternatif konsep pembangunan,
namun alternatif tersebut masih berlandaskan pada ekonomi. Konsep pembangunan
yang berdasarkan pada ekonomi tidak akan bisa berjalan baik bila di terapkan
pada negara dunia ketiga karena kemampuan produksinya masih bergantung pada
perekonomian yang tentunya lemah.
No comments:
Post a Comment