Wednesday, March 8, 2017

RESUME W3 MANAJEMEN PROYEK PEMBANGUNAN
Andika Dharma Hadikusuma (145120400111015)

            Proyek secara definisi merupakan sebuah rangkaian kegiatan yang dilaksanakan pada jangka waktu dan menggunakan sumberdaya tertentu untuk mencapai sebuah tujuan. Dalam melaksanakan suatu proyek, dibutuhkan manajemen yang tepat untuk mengarahkan jalannya proyek agar tepat dengan tujuan yang ingin dicapai. Reza Primahendra dalam bukunya menggambarkan manajemen proyek sebagai sebuah siklus kegiatan yang harus dilakukan yang terdiri dari 5 bagian, bagian tersebut antara lain: penilaian kelayakan proyek, desain proyek, rencana kerja, implementasi, dan monitoring.
            Penilaian kelayakan proyek adalah sebuah kegiatan dimana akan dirumuskannya kelayakan proyek yang nantinya akan memberikan rekomendasi terkait proyek tersebut layak untuk dilanjutkan atau tidak. Penilaian kelayakan proyek dilakukan dengan banyak tahapan, antara lain: verifikasi lapangan, pengumpulan data, analisa potensi lokal, analisa pemangku kepentingan. Dengan tahapan tersebut barulah dirumuskan suatu rekomendasi. Setelah penilaian kelayakan proyek, tahapan selanjutnya adalah melakukan desain proyek. Desain proyek berisi tentang penetapan apa saja yang perlu dilakukan dalam pelaksanaan proyek tersebut yang berisikan tujuan, goals, resiko, dll dengan menggunakan matriks pengelola pembangunan. Lalu tahapan selanjutnya adalah rencana kerja yang berisi tentang penjabaran daripada desain proyek. Rencana kerja antara lain berisi tentang target kegiatan, kerangka waktu, penanggung jawab, sumber daya dan budgeting menggunkan matriks rencana kerja.
            Setelah ketiga tahapan awal yang merupakan tahapan perencanaan, masuklah ke tahap berikutnya yaitu tahap implementasi yang artinya segala kegiatan yg telah dirumuskan akan dieksekusi pada tahap ini. Pada tahapan implementasi diperlukan membentuk koordinasi yang kuat dan konsistensi terhadap rencana. Tahapan implementasi memerlukan manajemen kualitas yang terdiri dari 4 hal, yaitu: plan (perencanaan kegiatan harian yang sesuai dengan kerangka waktu), do (melaksanakan kegiatan harian dengan optimal), check (memerikasa realisasi rencana dan penyimpangan), dan act (melaksanakan tindakan perbaikan). Tahapan terakhir adalah monitoring. Monitoring juga merupakan bagian yang penting bagi berjalannya sebuah proyek karena akan mengevaluasi proyek secara keseluruhan meliputi: kegiatan, indikator, temuan, dan analisa. Pada tahapan ini juga dirumuskan rekomendasi terkait dengan hasil evaluasi.

            Secara keseluruhan manajemen proyek memang sangat diperlukan. Karena proyek tidak akan berjalan lancar tanpa adanya perencanaan yang matang, implementasi yang optimal, dan evaluasi yang menyeluruh. Dengan melakukan manajemen proyek, diharapkan proyek yang dilakukan akan memberikan dampak sesuai dengan target yang ingin dicapai dengan meminimalisasi kesalahan dan pengerjaan yang optimal.     

SUMBER:
Farhad Noorbakhsh. “Project Cycle Revisited”. Development Management Program Series No.2. &  Riza Primahendra. “Manajemen Proyek Bagi Organisasi Sosial.

Monday, March 6, 2017

MDGs SEBAGAI PARADIGMA PEMBANGUNAN
Review Isu Isu Negara Berkembang W3
Andika Dharma Hadikusuma
145120400111015 

Kemiskinan merupakan permasalahan yang sulit untuk diselesaikan, terutama bagi negara-negara berkembang yang belum memiliki kemampuan yang cukup dalam hal perekonomian. Selain kemiskinan, permasalahan sosial yang lain seperti kesehatan dan pendidikan juga menjadi masalah bagi negara berkembang. MDGs (Millenium Development Goals) yang dibentuk dari kesepakatan negara-negara yang tergabung dalam PBB pada tahun 2000 hadir sebagai sebuah paradigma pembangunan yang baru yang tidak hanya menekankan kepada permasalahan ekonomi, melainkan juga mencakup masalah sosial. MDGs memberikan cakupan target-target yang harus dicapai oleh negara dalam melaksanakan proses pembangunan.
            Penerapan MDGs sebagai paradigma pembangunan yang baru menargetkan target-target yang telah ditetapkan dapat tercapai dalam satu periode pembangunan yaitu 15 tahun (2000-2015). Dalam penerapan MDGs selama kurun waktu tersebut, MDGs dapat dikatakan berhasil mencapai target - targetnya pada negara berkembang. Pengurangan kemiskinan yang menjadi salah satu target MDGs cukup terasa dampaknya dengan berkurangnya kemiskinan sebesar 15% pada 2015. Target lain yaitu masalah pendidikan dan kesehatan juga ikut membaik meskipun tidak begitu besar dengan 89% peningkatan pendidikan (dari sebelumnya 82%) di negara-negara sub-saharan afrika, dan angka kematian bayi yang juga menurun di negara-negara yang menerapkan MDGs. Hal lain yang telah dicapai oleh MDGs adalah keberhasilan dalam membuat aliran dana bantuan luar negeri yang meningkat mencapai angka $129 miliar setelah sebelumnya terjadi kelesuan akibat berakhirnya perang dingin.
            Namun penerapan MDGs tidak lepas dari kritik, MDGs dianggap telah gagal mempengaruhi mindset kebijakan dari negara-negara donor. MDGs juga dianggap terlalu mengandalkan target-target pembangunan internasional sebagai paradigma pembbangunan yang harus dicapai tanpa berkonsultasi dengan negara-negara berkembang sehingga mengabaikan konteks lokal dalam menjalankan pembangunan. Selain itu MDGs juga mengabaikan beberapa agenda pembangunan yang dianggap penting seperti agenda lingkungan, HAM, good governance, dan agenda keamanan. Isu isu yang belum termuat pada MDGs akhirnya dimuat dalam post-MDGs yang akan menjadi penerus MDGs pada periode 2015-2030 sebagai paradigma pembangunan yang baru. Hal tersebut tentunya tidak terlepas dari evaluasi yang dilakukan setelah era MDGs.  

             

Wednesday, March 1, 2017

Review Mata Kuliah Manajemen Proyek Pembangunan W2
oleh: Andika Dharma Hadikusuma
NIM: 145120400111015

Teori pembangunan merupakan teori yang timbul akibat adanya ketimpangan antara negara barat dan negara dunia ketiga.  Pembangunan dalam teori dan praktiknya mengalami dinamika yang kompleks. Kompleksitas yang terjadi dikarenakan kondisi dunia yang tidak membaik meskipun program pembangunan yang menganut teori pembangunan konvensional tidak berdampak baik, bahkan memberikan dampak lebih buruk kepada beberapa negara di dunia. Keadaan yang terjadi diluar ekspektasi memunculkan 2 analisa besar terkait alasan hal tersebut terjadi.
Analisa pertama adalah karena teori pembangunan konvensional mengacu kepada sistem pasar yang mana lebih menguntungkan kepada golongan kaya dan tidak memberikan efek besar pada golongan miskin. Dan yang kedua adalah tidak mungkin bagi orang-orang dunia ketiga untuk mencapai standar pembangunan yang diterapkan oleh negara kaya, karena standar negara kaya juga akan ikut naik dan tidak akan pernah mencapai titik temu.
Selain timbul analisa-analisa tersebut, timbul juga perdebatan tentang teori pembangunan yang konvensional. Perdebatan tersebut mengacu kepada bagaimana pembangunan seharusnya berjalan, apa yang harus dibangunan, dan pembangunan untuk siapa. Perdebatan ini mengasilkan pemikiran pemikiran baru mengenai alternatif dari konsep pembangunan. Pemikiran-pemikiran alternatif tersebut menghasilkan indikator-indikator baru yang seharusnya dicapai pada proses pembangunan yang tidak ada pada konsep pembangunan konvensional yang hanya berfokus pada ekonomi berbasis GNP.
Meskipun telah banyak alternatif konsep pembangunan, namun alternatif tersebut masih berlandaskan pada ekonomi. Konsep pembangunan yang berdasarkan pada ekonomi tidak akan bisa berjalan baik bila di terapkan pada negara dunia ketiga karena kemampuan produksinya masih bergantung pada perekonomian yang tentunya lemah.