Thursday, April 20, 2017

Link Download https://drive.google.com/file/d/0BypBDT-l6vboV1V2Qmo3Nl9xR1k/view?usp=sharing

Monday, April 10, 2017

REVIEW ISU ISU NEGARA BERKEMBANG W6
Isu lingkungan dalam pembangunan
oleh  : Andika Dharma Hadikusuma
NIM : 145120400111015


Tragedy of commons atau tragedi kepemilikan bersama merupakan suatu konsep yang

menggambarkan kondisi dimana sumberdaya dianggap menjadi milik bersama, karena hal

tersebut, maka pemanfaatan sumberdaya menmgalami dilemma karena masyarakat berusaha

untuk memanfaatkan secara maksimal sehingga terjadi eksploitasi alam yang berlebihan

untuk kepentingan dan keuntungan pribadi dengan asumsi bahwa sumberdaya milik bersama

akan dieksploitasi juga oleh orang lain suatu saat nanti, maka setiap ada kesempatan

masyarakat akan selalu mencoba untuk mengeksploitasi alam sebesar-besarnya. Hal ini

mungkin akan berdampak menguntungkan dalam jangka pendek bagi orang yang melakukan

eksploitasi, namun dampak jangka panjangnya ke alam akan menjadi masalah besar

ditanggung bukan hanya pelaku eksploitasi tapi seluruh masyarakat.

Konsep Tragedy of commons sendiri akan semakin berat masalah yang ditimbulkan

ketika populasi masyarakat yang terus bertambah. Keadaan overpopulation akan semakin

menimbulkan banyak permasalahan lain terutama pada pengeksploitasian sumberdaya alam

karena tingkat konsumsi manusia juga meningkat. Hal tersebut diperparah dengan kebebasan

yang dimiliki oleh manusia yang dipergunakan secara tidak bertanggung jawab. Kebebasan

tersebut seakan menjadi alat manusia dalam logika Hardin, untuk melakukan

pengeksploitasian terhadap alam.

Melihat keadaan yang terjadi, dimana populasi manusia tidak bisa dilakukan

pengontrolan, maka menurut Hardin diperlukan melakukan pembatasan kebebasan sehingga

kebebasan yang dimiliki tidak diperlakukan secara tidak bijaksana. Hal tersebut salah satunya

adalah dengan membentuk sebuah moralitas yang akan menjadi langkah preventif yang

efektif untuk mencegah pengeksploitasian alam secara besar-besaran. Hal lain yang dapat

dilakukan adalah dengan membentuk mekanisme aturan untuk mencegah secara aktif

eksploitasi yang sudah terjadi akan diulang kembali.
RESUME MATERI ISU ISU NEGARA BERKEMBANG W4
PRSPs sebagai fokus pembangunan internasional
oleh  : ANDIKA DHARMA HADIKUSUMA
NIM : 145120400111015

            Kemiskinan merupakan masalah yang menjadi konsen dunia internasional setelah perubahan fokus pembangunan pada era washington consesnsus yang awalnya berfokus kepada liberalisasi pasar, lalu bergeser fokus menjadi pengentasan kemiskinan. Untuk mewujudkan fokus baru pengentasan kemiskinan tersebut memerlukan pendefinisian ulang mengenai apa itu kemiskinan untuk dapat mengetahui tolak ukur kemiskinan. Berikut adalah 11 definisi kemiskinan:
1.      Kemiskinan merupakan sebuah kekurangan dalam hal material, yang berarti seseorang dikatakan miskin jika tidak dapat memenuhi kebutuhan sandang, papan, dan pangannya.
2.      Kemiskinan didefinisikan sebagai sebuah ketidakmampuan individu atau keluarga untuk mencapai standar kehidupan masyarakat yang dilihat dari jumlah pendapatan dan konsumsi.
3.      Kemiskinan juga dapat dilihat dari keterbatasan akses terhadap sumber daya, fasilitas umum, dan layanan sosial.
4.      Kemiskinan dapat didefinisikan sebagai ketidakmampuan mendapatkan keamanan. Yang artinya berkurangnya hak-hak individu juga dapat diartikan sebagai sebuah kemiskinan.
5.      Kemiskinan diartikan sebagai ketidakmampuan mendapatkan akses terhadap kebutuhan yang dibutuhkan. Ketidakmampuan mencukupi kebutuhan merupakan sebuah kemiskinan.
6.      Kemiskinan didefinisikan sebagai kekurangan dalam mendapatkan pendapatan yang cukup ataupun akses terhadap layanan sosial seperti pendidikan dan kesehatan dalam beberapa waktu.
7.      Kemiskinan didefinisikan sebagai keterasingan suatu individu dana tau kelompok dalam pola kehidupan sosial masyarakat.
8.      Kemiskinan diartikan sebagai tingkatan yang rendah yang timbul akibat adanya kesenjangan dalam hal perekonomian.
9.      Kemiskinan didefinisikan sebagai sebuah kelas sosial yang berada pada tingkatan bawah kehidupan masyarakat.
10.  Kemiskinan diartikan sebagai sebuah ketergantungan terhadap layanan social karena tidak mampu untuk memenuhi kebutuhannya secara personal.
11.  Kemiskinan juga didefinisikan sebagai kepemilikan materi yang tidak dapat diterima berdasarkan moral dan value masyarakat.

Post washington consensus dalam focus barunya terhadap pengentasan kemiskinan menggunakan PRSPs sebagai sebuah konsep dalam melakukan pembangunan di negara-negara berkembang. PRSPs ini menjadi syarat negara berkembang untuk mendapat bantuan dari institusi internasional sperti world bank dan IMF. Namun dengan konsep CDF, penerapan focus pembangunan akan melibatkan negara dan juga masyarakatnya untuk berperan aktif melaksanakan program pembangunan.


Wednesday, April 5, 2017


Analisa Masalah menggunakan Pohon Masalah
KURANGNYA PENDIDIKAN MINAT & BAKAT NON-AKADEMIK DI SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN MALANG
Oleh: ANDIKA DHARMA HADIKUSUMA
P.S Hubungan Internasional Universitas Brawijaya


PERENCANAAN STRATEGIS ORGANISASI INDONESIA MENDIDIK
oleh: 
ANDIKA DHARMA HADIKUSUMA (145120400111015)
P.S Hubungan Internasional Universitas Brawijaya

*Perencanaan Strategis(Renstra) ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Proyek Pembangunan berupa perencanaan strategis organisasi yang bergerak di bidang pembangunan. 

1.      Identifikasi
ORIENTASI
Indonesia Mendidik bekerja untuk mendukung pencapaian pembangunan generasi emas dan kemajuan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Lingkup IPM ini bekerja sesuai dengan tiga pilar utama Indonesia Mendidik. Indonesia Mendidik berharap untuk mengambil beberapa peran untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia dengan memberikan kontribusi dalam tiga bidang pengukuran IPM yaitu: promosi kesehatan, penyediaan pendidikan dan penciptaan kesejahteraan melalui Social Enterprise. Pembangunan Generasi Emas yaitu untuk semua anak-anak untuk mencapai pendidikan dasar universal. Kami percaya bahwa Pendidikan untuk Semua adalah kunci untuk mencapai semua target Generasi Emas. Karena dengan pendidikan dapat mengurangi kemiskinan dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

VISI
Melahirkan generasi emas dalam menyambut 100 tahun Indonesia merdeka 

MISI
1.      Mengurangi angka putus sekolah
2.      Memfasilitasi anak bangsa mengenyam pendidikan yang layak
3.      Menyehatkan anak bangsa
4.      Memberikan lifeskill kepada anak bangsa
5.      Menanamkan leadership skill kepada anak bangsa
6.      Menanamkan jiwa enterprenure kepada anak bangsa
7.      Menanamkan dan menerapkan konsep Nasionalisme kepada anak bangsa.
           
CITRA
Indonesia Mendidik hadir bukan sebagai pengkritik atas kondisi pendidikan di Indonesia bukan pula hadir sebagai pendukung roda pemerintahan melainkan sebagai mitra kritis, konstruktif, innovative terhadap lembaga dan stakeholder yang memiliki tugas dan tanggung jawab dalam pengembangan pendidikan di Indonesia.
Indonesia Mendidik telah melakukan pembacaan dan analisa mendasar atas kondisi pendidikan di Indonesia. Beberapa hal dalam dunia pendidikan segera perlu dibenahi diantaranya akses pendidikan, sarana dan infrastruktur pendidikan, bahan pembelajaran dan ketersediaan tenaga pendidik serta soft skill leadership yang sangat jarang dimiliki oleh generasi penerus bangsa.
Oleh karena itu, Indonesia Mendidik dengan sadar dan tanpa menunggu momentum hari ini telah dan sedang terus berlangsung Gerakan 1.000.000 Pena sebagai simbol gerakan Indonesia Mendidik untuk terus mengawal pendidikan di Indonesia.
Aksi dan gerakan Indonesia Mendidik telah menyiapkan berbagai instrumen penunjang melalui fasilitas dan sarana pendidikan, selain itu para praktisi dan pakar dalam bidang soft skill leadership telah disiapkan untuk memberikan pencerahan dan motivasi kepada anak bangsa untuk bangkit berkarya bersama Indonesia Mendidik mengawal Gerakan Mencerdaskan Bangsa.

TUJUAN
1.     Memastikan terbukanya akses pendidikan seluas-luasnya bagi anak-anak usia sekolah untuk mendapatkan hak mendasar mereka dalam mengakses  pendidikan yang berkualitas tanpa ada diskriminasi
2.     Memastikan pendidikan yang dapat mengidentifikasi minat dan bakat anak-anak Indonesia serta dapat membimbing dan mengembangkannya agar menjadi manusia Indonesia paripurna.
3.     Memastikan pendidikan berkarakter yang mengedepankan budi pekerti, disiplin dan etika yang menjadi esensi mendasar dari kemajuan peradaban Indonesia.
4.     Memastikan pendidikan yang  ramah dan sehat agar anak-anak merasa gembira berada di lingkungan sekolah dan menjaga  keberlangsungan generasi dan masa depan anak Indonesia agar tumbuh sehat dan kuat.
5.     Memastikan pendidikan yang memberikan keseimbangan antara kognitif, afektif dan psikomotorik agar anak-anak Indonesia berkembang menjadi manusia yang cerdas, luwes, terampil dan bijaksana.

Link
-internal
Sumber Daya Manusia
            Organisasi Indonesia Mendidik merupakan organisasi yang keanggotaanya berupa masyarakat yang ingin mendedikasikan hidupnya sebagai relawan untuk melaksanakan program-programnya. Namun, koordinasi relawan dengan pengurus organisasi dilakukan secara terpusat di Jakarta. Setiap tahun IM mengadakan Rapat Kerja Nasional (Rakornas) untuk membahas tentang program kerja satu tahun kedepannya.

Aset
            Aset organisasi Indonesia Mendidik masih terbilang belum banyak karena merupakan organisasi baru. Salah satu aset IM adalah kantor pusat yang berlokasi di Jl. Sultan Iskandar Muda No. 8 Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan. Indonesia Mengajar belum memiliki kantor perwakilan di setiap daerah.
            Selain itu, aset yang dimiliki IM adalah tiga rekening bank yang berbeda atas nama Indonesia Mengajar untuk mengumpulkan donasi sebagai sumber pendanaan. Aset lain IM berupa website yaitu http://www.indonesiamendidik.org, email (info@indonesiamendidik.org), dan beberapa jenis media sosial seperti facebook dan twitter.  

Finansial
            Dalam melakukan program-program kerjanya, IM menggunakan pendanaan yang bersumber dari donasi dari seluruh masyarakat melalui rekening bank atas nama Indonesia Mendidik.

Program
·         Child Sponsorship
Sponsorship memberikan anak karunia yang cerah. Indonesia Mendidik memberikan dampak abadi bagi anak-anak melalui kemitraan dengan menyediakan alat-alat yang memberdayakan seluruh masyarakat untuk lebih mendukung kesehatan, pendidikan , perlindungan anak-anak mereka dan pertumbuhan yang memutus siklus kemiskinan untuk generasi mendatang. Sebagai Sponsor, Anda memberikan dorongan dan harapan untuk anak Anda yang disponsori melalui pesan Anda, kartu ulang tahun dan banyak lagi. Tindakan sederhana mengirim pesan membawa kebahagiaan yang tak terbayangkan untuk ank disponsori Anda . Bahkan, banyak anak-anak memberitahu kita bahwa mendengar dari sponsor mereka adalah puncak dari persahabatan mereka. Ketika seorang anak tahu mereka memiliki seseorang di pihak mereka, mereka dapat terinspirasi untuk bermimpi besar
·         Education
Pendidikan adalah jalan yang anak ikuti untuk mencapai potensi penuh mereka dalam kehidupan. Namun banyak anak-anak yang membutuhkan, di seluruh Indonesia tidak mendapatkan pendidikan yang berkualitas di mana mereka dapat belajar dan berkembang. Untuk memajukan pembelajaran, Indonesia Mendidi mendukung program pendidikan bagi anak-anak di dalam kelas dan di rumah
·         Social Enterprise
Social Enterprise merupakan bisnis untuk mengatasi masalah-masalah sosial, meningkatkan komunitas, kemungkinan kehidupan masyarakat, atau lingkungan . Mereka membuat uang mereka dari menjual barang dan jasa di pasar terbuka, tapi mereka menginvestasikan kembali keuntungan mereka kembali ke dalam bisnis atau masyarakat setempat.
·         Nationality Test
Pengajuan kami dalam bentuk format tes nasionalisme yang akan kami bentuk modul beracuan kepada pakar baik dari segi psikology maupun daya tahan nasionalismenya.
·         Ketahanan Gizi
"pikiran yang sehat tumbuh dari tubuh yang sehat" menjadi salah satu program kami dengan memperhatikan konsep gizi dasar yang kami terapkan bagi anak-anak asuh kami.

Kelemahan
            Karena IM sendiri merupakan organisasi yang baru dibentuk (Desember 2015), dalam pelaksanaanya masih terdapat beberapa kekurangan yang dimiliki. Kekurangan yang pertama adalah dari aspek infrastruktur dan finansial. Infrastruktur yang dimiliki oleh IM hanya terbatas pada Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan di daerah yang tentunya akan menghambat kinerja program-program yang ditujukan kepada daerah. Sementara itu dalam aspek finansial IM hanya mengandalkan donasi masyarakat yang belum tentu besaran yang didapat untuk mendukung berjalannya program kerja.
            Kekurangan lain adalah dari aspek perencanaan program baik dari segi waktu dan tempat. Perencanaan program dilakukan hanya dalam satu kali dalam satu tahun, hal tersebut memungkinkan program kerja yang disusun akan menjadi kurang efektif. Sementara itu dari segi tempat, perencanaan dilakukan hanya terpusat di Jakarta yang membuat implementasi program diluar jakarta akan kurang efektif karena tidak mempertimbangkan aspek tertentu pada daerah yang ingin dijangkau.

Prediksi perkembangan
            Dengan melihat kondisi saat ini, perkembangan Indonesia Mendidik dapat dikatakan lambat untuk mencapai tujuan organisasinya jika tidak dilakukan beberapa perubahan yang progressif. Prediksi perkembangan yang lambat tersebut didasarkan kepada kelemahan secara internal yang telah diidentifikasikan sebelumnya.

-eksternal
Stakeholder
            Keberlangsungan organisasi Indonesia Mendidik tentunya tak lepas dari stakeholder sebagai penunjang berjalannya organisasi tersebut. Pemerintah yang dalam hal ini adalah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sebagai penyelenggara pendidikan yang utama merupakan salah satu stakeholder yang penting bagi organisasi IM.  Kepala Daerah dan badan legislatif tentunya juga merupakan stakeholder yang berpengaruh terhadap pendidikan di daerah yang nantinya juga akan berkaitan langsung dengan program-program pendidikan di tingkat daerah. Selain itu, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh politik tertentu juga merupakan stakeholder sebagai pendukung keberlangsungan pendidikan. Pihak lain yang menjadi stakeholder adalah tokoh-tokoh yang telah mendukung keberlangsungan pendidikan dengan melakukan audiensi terhadap organisasi IM seperti salah satunya adalah Pangkostrad TNI Letjen Edy Rahmayadi yang telah melakukan audiensi dengan IM terkait dengan pendidikan. Pihak penyelenggara pendidikan formal juga merupakan stakeholder yang penting.   

Isu diluar
            Seiring dengan dibukanya investasi yang luas di Indonesia, seringkali perusahaan-perusahaan dalam berbagai bidang memilih memberikan kontribusi sosial kedalam sektor pendidikan melalui Corporate Social Responsibility (CSR). Dalam pengalokasian CSR tersebut, perusahaan seringkali memilih mendistribusikannya dengan berbagai pertimbangan yang matang. Seiring dengan hal tersebut, stakeholder yang berpengaruh dapat menjadi nilai plus bagi perusahaan untuk mempertimbangkan alokasi CSR karena telah memiliki nama yang cukup populer dan dianggap berdampak pula terhadap citra perusahaan.

Prediksi
            Dengan melihat kondisi saat ini, dimana Indonesia Mendidik telah menggaet beberapa stakeholder yang memiliki pengaruh untuk mendukung keberlangsungan IM itu sendiri, kesempatan terbuka lebar bagi IM untuk mendapatkan sumber pendanaan yang baru dengan berharap pada alokasi dana CSR untuk melaksanakan program kerjanya. Selain itu, bilamana pendanaan dari CSR tidak dapat diperoleh, masih terbuka kesempatan yang luas juga untuk melakukan program kolaborasi antara program IM dan program CSR perusahaan.  




2.      Analisa SWOT
Strength
Weakness
Oportunity
Threat
1. Banyak kerjasama dengan stakeholder berpengaruh

2. Koordinasi program terpusat




3. Konsentrasi terhadap pendidikan yang merupakan concernpemerintah
4. Meliputi program penyediaan sarana fisik dan non-fisik

5. Fokus terhadap pendidikan bagi yang kurang mampu
1. Aset fasilitas hanya ada di Jakarta


2. Perencanaan program secara terpusat



3. Pendanaan hanya bersumber dari donasi



4. Terlalu mengandalkan relawan dalam implementasi

5. Perencanaan program hanya dilakukan secara tahunan
1.Kesempatan yang luas mendapat sumber pendapatan dari CSR
2. Kesempatan yang luas untuk kolaborasi dengan program CSR


3. Tiap daerah memiliki fokus pada pendidikan



4. Setiap perguruan tinggi memiliki program pengabdian masyarakat
1. Ancaman pada eksistensi organisasi netral jika kerjasama dengan CSR
2. Reputasi sebagai organisasi yang baru akan menghambat kesempatan kerjasama


3.      Isu Strategis
Isu strategis dapat dilihat melalui keterkaitan antara strength dan oportunity organisasi sehingga didapatkan sebuah isu yang dapat berpengaruh untuk kemajuan IM sendiri. Isu strategis yang ditemukan antara lain:
1.      Banyak kerjasama dengan stakeholder berpengaruh akan menjadi isu strategis jika dikaitkan dengan kesempatan untuk kerjasama dengan CSR perusahaan. Stakeholder berpengaruh akan menjadi jembatan yang efektif untuk menjadi agen link ke perusahaan.



2.      Fokus terhadap persoalan pendidikan akan menjadi isu strategis dalam kaitannya dengan oportunity saat setiap daerah memiliki konsen juga dalam pendidikan, sehingga kesempatan untuk ekspansi untuk memperluas organisasi dapat dilakukan di level daerah juga. 

Wednesday, March 8, 2017

RESUME W3 MANAJEMEN PROYEK PEMBANGUNAN
Andika Dharma Hadikusuma (145120400111015)

            Proyek secara definisi merupakan sebuah rangkaian kegiatan yang dilaksanakan pada jangka waktu dan menggunakan sumberdaya tertentu untuk mencapai sebuah tujuan. Dalam melaksanakan suatu proyek, dibutuhkan manajemen yang tepat untuk mengarahkan jalannya proyek agar tepat dengan tujuan yang ingin dicapai. Reza Primahendra dalam bukunya menggambarkan manajemen proyek sebagai sebuah siklus kegiatan yang harus dilakukan yang terdiri dari 5 bagian, bagian tersebut antara lain: penilaian kelayakan proyek, desain proyek, rencana kerja, implementasi, dan monitoring.
            Penilaian kelayakan proyek adalah sebuah kegiatan dimana akan dirumuskannya kelayakan proyek yang nantinya akan memberikan rekomendasi terkait proyek tersebut layak untuk dilanjutkan atau tidak. Penilaian kelayakan proyek dilakukan dengan banyak tahapan, antara lain: verifikasi lapangan, pengumpulan data, analisa potensi lokal, analisa pemangku kepentingan. Dengan tahapan tersebut barulah dirumuskan suatu rekomendasi. Setelah penilaian kelayakan proyek, tahapan selanjutnya adalah melakukan desain proyek. Desain proyek berisi tentang penetapan apa saja yang perlu dilakukan dalam pelaksanaan proyek tersebut yang berisikan tujuan, goals, resiko, dll dengan menggunakan matriks pengelola pembangunan. Lalu tahapan selanjutnya adalah rencana kerja yang berisi tentang penjabaran daripada desain proyek. Rencana kerja antara lain berisi tentang target kegiatan, kerangka waktu, penanggung jawab, sumber daya dan budgeting menggunkan matriks rencana kerja.
            Setelah ketiga tahapan awal yang merupakan tahapan perencanaan, masuklah ke tahap berikutnya yaitu tahap implementasi yang artinya segala kegiatan yg telah dirumuskan akan dieksekusi pada tahap ini. Pada tahapan implementasi diperlukan membentuk koordinasi yang kuat dan konsistensi terhadap rencana. Tahapan implementasi memerlukan manajemen kualitas yang terdiri dari 4 hal, yaitu: plan (perencanaan kegiatan harian yang sesuai dengan kerangka waktu), do (melaksanakan kegiatan harian dengan optimal), check (memerikasa realisasi rencana dan penyimpangan), dan act (melaksanakan tindakan perbaikan). Tahapan terakhir adalah monitoring. Monitoring juga merupakan bagian yang penting bagi berjalannya sebuah proyek karena akan mengevaluasi proyek secara keseluruhan meliputi: kegiatan, indikator, temuan, dan analisa. Pada tahapan ini juga dirumuskan rekomendasi terkait dengan hasil evaluasi.

            Secara keseluruhan manajemen proyek memang sangat diperlukan. Karena proyek tidak akan berjalan lancar tanpa adanya perencanaan yang matang, implementasi yang optimal, dan evaluasi yang menyeluruh. Dengan melakukan manajemen proyek, diharapkan proyek yang dilakukan akan memberikan dampak sesuai dengan target yang ingin dicapai dengan meminimalisasi kesalahan dan pengerjaan yang optimal.     

SUMBER:
Farhad Noorbakhsh. “Project Cycle Revisited”. Development Management Program Series No.2. &  Riza Primahendra. “Manajemen Proyek Bagi Organisasi Sosial.

Monday, March 6, 2017

MDGs SEBAGAI PARADIGMA PEMBANGUNAN
Review Isu Isu Negara Berkembang W3
Andika Dharma Hadikusuma
145120400111015 

Kemiskinan merupakan permasalahan yang sulit untuk diselesaikan, terutama bagi negara-negara berkembang yang belum memiliki kemampuan yang cukup dalam hal perekonomian. Selain kemiskinan, permasalahan sosial yang lain seperti kesehatan dan pendidikan juga menjadi masalah bagi negara berkembang. MDGs (Millenium Development Goals) yang dibentuk dari kesepakatan negara-negara yang tergabung dalam PBB pada tahun 2000 hadir sebagai sebuah paradigma pembangunan yang baru yang tidak hanya menekankan kepada permasalahan ekonomi, melainkan juga mencakup masalah sosial. MDGs memberikan cakupan target-target yang harus dicapai oleh negara dalam melaksanakan proses pembangunan.
            Penerapan MDGs sebagai paradigma pembangunan yang baru menargetkan target-target yang telah ditetapkan dapat tercapai dalam satu periode pembangunan yaitu 15 tahun (2000-2015). Dalam penerapan MDGs selama kurun waktu tersebut, MDGs dapat dikatakan berhasil mencapai target - targetnya pada negara berkembang. Pengurangan kemiskinan yang menjadi salah satu target MDGs cukup terasa dampaknya dengan berkurangnya kemiskinan sebesar 15% pada 2015. Target lain yaitu masalah pendidikan dan kesehatan juga ikut membaik meskipun tidak begitu besar dengan 89% peningkatan pendidikan (dari sebelumnya 82%) di negara-negara sub-saharan afrika, dan angka kematian bayi yang juga menurun di negara-negara yang menerapkan MDGs. Hal lain yang telah dicapai oleh MDGs adalah keberhasilan dalam membuat aliran dana bantuan luar negeri yang meningkat mencapai angka $129 miliar setelah sebelumnya terjadi kelesuan akibat berakhirnya perang dingin.
            Namun penerapan MDGs tidak lepas dari kritik, MDGs dianggap telah gagal mempengaruhi mindset kebijakan dari negara-negara donor. MDGs juga dianggap terlalu mengandalkan target-target pembangunan internasional sebagai paradigma pembbangunan yang harus dicapai tanpa berkonsultasi dengan negara-negara berkembang sehingga mengabaikan konteks lokal dalam menjalankan pembangunan. Selain itu MDGs juga mengabaikan beberapa agenda pembangunan yang dianggap penting seperti agenda lingkungan, HAM, good governance, dan agenda keamanan. Isu isu yang belum termuat pada MDGs akhirnya dimuat dalam post-MDGs yang akan menjadi penerus MDGs pada periode 2015-2030 sebagai paradigma pembangunan yang baru. Hal tersebut tentunya tidak terlepas dari evaluasi yang dilakukan setelah era MDGs.