ANDIKA DHARMA HADIKUSUMA. International Relations, University of Brawijaya Malang. Contact me: Line: andikadhk IG: andikadhk
Thursday, April 20, 2017
Monday, April 10, 2017
REVIEW ISU ISU NEGARA BERKEMBANG W6
Isu lingkungan dalam pembangunan
oleh : Andika Dharma Hadikusuma
NIM : 145120400111015
Tragedy of commons atau tragedi kepemilikan bersama merupakan suatu konsep yang
menggambarkan kondisi dimana sumberdaya dianggap menjadi milik bersama, karena hal
tersebut, maka pemanfaatan sumberdaya menmgalami dilemma karena masyarakat berusaha
untuk memanfaatkan secara maksimal sehingga terjadi eksploitasi alam yang berlebihan
untuk kepentingan dan keuntungan pribadi dengan asumsi bahwa sumberdaya milik bersama
akan dieksploitasi juga oleh orang lain suatu saat nanti, maka setiap ada kesempatan
masyarakat akan selalu mencoba untuk mengeksploitasi alam sebesar-besarnya. Hal ini
mungkin akan berdampak menguntungkan dalam jangka pendek bagi orang yang melakukan
eksploitasi, namun dampak jangka panjangnya ke alam akan menjadi masalah besar
ditanggung bukan hanya pelaku eksploitasi tapi seluruh masyarakat.
Konsep Tragedy of commons sendiri akan semakin berat masalah yang ditimbulkan
ketika populasi masyarakat yang terus bertambah. Keadaan overpopulation akan semakin
menimbulkan banyak permasalahan lain terutama pada pengeksploitasian sumberdaya alam
karena tingkat konsumsi manusia juga meningkat. Hal tersebut diperparah dengan kebebasan
yang dimiliki oleh manusia yang dipergunakan secara tidak bertanggung jawab. Kebebasan
tersebut seakan menjadi alat manusia dalam logika Hardin, untuk melakukan
pengeksploitasian terhadap alam.
Melihat keadaan yang terjadi, dimana populasi manusia tidak bisa dilakukan
pengontrolan, maka menurut Hardin diperlukan melakukan pembatasan kebebasan sehingga
kebebasan yang dimiliki tidak diperlakukan secara tidak bijaksana. Hal tersebut salah satunya
adalah dengan membentuk sebuah moralitas yang akan menjadi langkah preventif yang
efektif untuk mencegah pengeksploitasian alam secara besar-besaran. Hal lain yang dapat
dilakukan adalah dengan membentuk mekanisme aturan untuk mencegah secara aktif
eksploitasi yang sudah terjadi akan diulang kembali.
Isu lingkungan dalam pembangunan
oleh : Andika Dharma Hadikusuma
NIM : 145120400111015
Tragedy of commons atau tragedi kepemilikan bersama merupakan suatu konsep yang
menggambarkan kondisi dimana sumberdaya dianggap menjadi milik bersama, karena hal
tersebut, maka pemanfaatan sumberdaya menmgalami dilemma karena masyarakat berusaha
untuk memanfaatkan secara maksimal sehingga terjadi eksploitasi alam yang berlebihan
untuk kepentingan dan keuntungan pribadi dengan asumsi bahwa sumberdaya milik bersama
akan dieksploitasi juga oleh orang lain suatu saat nanti, maka setiap ada kesempatan
masyarakat akan selalu mencoba untuk mengeksploitasi alam sebesar-besarnya. Hal ini
mungkin akan berdampak menguntungkan dalam jangka pendek bagi orang yang melakukan
eksploitasi, namun dampak jangka panjangnya ke alam akan menjadi masalah besar
ditanggung bukan hanya pelaku eksploitasi tapi seluruh masyarakat.
Konsep Tragedy of commons sendiri akan semakin berat masalah yang ditimbulkan
ketika populasi masyarakat yang terus bertambah. Keadaan overpopulation akan semakin
menimbulkan banyak permasalahan lain terutama pada pengeksploitasian sumberdaya alam
karena tingkat konsumsi manusia juga meningkat. Hal tersebut diperparah dengan kebebasan
yang dimiliki oleh manusia yang dipergunakan secara tidak bertanggung jawab. Kebebasan
tersebut seakan menjadi alat manusia dalam logika Hardin, untuk melakukan
pengeksploitasian terhadap alam.
Melihat keadaan yang terjadi, dimana populasi manusia tidak bisa dilakukan
pengontrolan, maka menurut Hardin diperlukan melakukan pembatasan kebebasan sehingga
kebebasan yang dimiliki tidak diperlakukan secara tidak bijaksana. Hal tersebut salah satunya
adalah dengan membentuk sebuah moralitas yang akan menjadi langkah preventif yang
efektif untuk mencegah pengeksploitasian alam secara besar-besaran. Hal lain yang dapat
dilakukan adalah dengan membentuk mekanisme aturan untuk mencegah secara aktif
eksploitasi yang sudah terjadi akan diulang kembali.
RESUME MATERI ISU ISU NEGARA BERKEMBANG W4
PRSPs sebagai fokus pembangunan internasional
oleh : ANDIKA DHARMA HADIKUSUMA
NIM : 145120400111015
Kemiskinan merupakan masalah yang menjadi konsen dunia
internasional setelah perubahan fokus pembangunan pada era washington
consesnsus yang awalnya berfokus kepada liberalisasi pasar, lalu bergeser fokus
menjadi pengentasan kemiskinan. Untuk mewujudkan fokus baru pengentasan
kemiskinan tersebut memerlukan pendefinisian ulang mengenai apa itu kemiskinan
untuk dapat mengetahui tolak ukur kemiskinan. Berikut adalah 11 definisi
kemiskinan:
1.
Kemiskinan merupakan sebuah kekurangan dalam hal
material, yang berarti seseorang dikatakan miskin jika tidak dapat memenuhi
kebutuhan sandang, papan, dan pangannya.
2.
Kemiskinan didefinisikan sebagai sebuah ketidakmampuan
individu atau keluarga untuk mencapai standar kehidupan masyarakat yang dilihat
dari jumlah pendapatan dan konsumsi.
3.
Kemiskinan juga dapat dilihat dari keterbatasan akses
terhadap sumber daya, fasilitas umum, dan layanan sosial.
4.
Kemiskinan dapat didefinisikan sebagai ketidakmampuan
mendapatkan keamanan. Yang artinya berkurangnya hak-hak individu juga dapat diartikan
sebagai sebuah kemiskinan.
5.
Kemiskinan diartikan sebagai ketidakmampuan mendapatkan
akses terhadap kebutuhan yang dibutuhkan. Ketidakmampuan mencukupi kebutuhan
merupakan sebuah kemiskinan.
6.
Kemiskinan didefinisikan sebagai kekurangan dalam
mendapatkan pendapatan yang cukup ataupun akses terhadap layanan sosial seperti
pendidikan dan kesehatan dalam beberapa waktu.
7.
Kemiskinan didefinisikan sebagai keterasingan suatu
individu dana tau kelompok dalam pola kehidupan sosial masyarakat.
8.
Kemiskinan diartikan sebagai tingkatan yang rendah yang
timbul akibat adanya kesenjangan dalam hal perekonomian.
9.
Kemiskinan didefinisikan sebagai sebuah kelas sosial
yang berada pada tingkatan bawah kehidupan masyarakat.
10. Kemiskinan diartikan
sebagai sebuah ketergantungan terhadap layanan social karena tidak mampu untuk
memenuhi kebutuhannya secara personal.
11. Kemiskinan
juga didefinisikan sebagai kepemilikan materi yang tidak dapat diterima
berdasarkan moral dan value masyarakat.
Post washington
consensus dalam focus barunya terhadap pengentasan kemiskinan menggunakan PRSPs
sebagai sebuah konsep dalam melakukan pembangunan di negara-negara berkembang. PRSPs
ini menjadi syarat negara berkembang untuk mendapat bantuan dari institusi
internasional sperti world bank dan IMF. Namun dengan konsep CDF, penerapan focus
pembangunan akan melibatkan negara dan juga masyarakatnya untuk berperan aktif
melaksanakan program pembangunan.
Wednesday, April 5, 2017
PERENCANAAN STRATEGIS
ORGANISASI INDONESIA MENDIDIK
oleh:
ANDIKA DHARMA HADIKUSUMA
(145120400111015)
P.S Hubungan
Internasional Universitas Brawijaya
*Perencanaan Strategis(Renstra) ini
dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Proyek Pembangunan berupa
perencanaan strategis organisasi yang bergerak di bidang pembangunan.
1. Identifikasi
ORIENTASI
Indonesia Mendidik
bekerja untuk mendukung pencapaian pembangunan generasi emas dan kemajuan
Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Lingkup IPM ini bekerja sesuai dengan tiga
pilar utama Indonesia Mendidik. Indonesia Mendidik berharap untuk mengambil
beberapa peran untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia
dengan memberikan kontribusi dalam tiga bidang pengukuran IPM yaitu: promosi
kesehatan, penyediaan pendidikan dan penciptaan kesejahteraan melalui Social
Enterprise. Pembangunan Generasi Emas yaitu untuk semua anak-anak untuk mencapai
pendidikan dasar universal. Kami percaya bahwa Pendidikan untuk Semua adalah
kunci untuk mencapai semua target Generasi Emas. Karena dengan pendidikan dapat
mengurangi kemiskinan dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
VISI
Melahirkan generasi emas dalam menyambut 100 tahun
Indonesia merdeka
MISI
1. Mengurangi angka
putus sekolah
2. Memfasilitasi
anak bangsa mengenyam pendidikan yang layak
3. Menyehatkan anak
bangsa
4. Memberikan
lifeskill kepada anak bangsa
5. Menanamkan
leadership skill kepada anak bangsa
6. Menanamkan jiwa
enterprenure kepada anak bangsa
7. Menanamkan dan
menerapkan konsep Nasionalisme kepada anak bangsa.
CITRA
Indonesia Mendidik hadir
bukan sebagai pengkritik atas kondisi pendidikan di Indonesia bukan pula hadir
sebagai pendukung roda pemerintahan melainkan sebagai mitra kritis,
konstruktif, innovative terhadap lembaga dan stakeholder yang memiliki tugas
dan tanggung jawab dalam pengembangan pendidikan di Indonesia.
Indonesia Mendidik telah melakukan pembacaan dan
analisa mendasar atas kondisi pendidikan di Indonesia. Beberapa hal dalam dunia
pendidikan segera perlu dibenahi diantaranya akses pendidikan, sarana dan
infrastruktur pendidikan, bahan pembelajaran dan ketersediaan tenaga pendidik
serta soft skill leadership yang sangat jarang dimiliki oleh generasi penerus
bangsa.
Oleh karena itu,
Indonesia Mendidik dengan sadar dan tanpa menunggu momentum hari ini telah dan
sedang terus berlangsung Gerakan 1.000.000 Pena sebagai simbol gerakan
Indonesia Mendidik untuk terus mengawal pendidikan di Indonesia.
Aksi dan gerakan
Indonesia Mendidik telah menyiapkan berbagai instrumen penunjang melalui
fasilitas dan sarana pendidikan, selain itu para praktisi dan pakar dalam
bidang soft skill leadership telah disiapkan untuk memberikan pencerahan dan
motivasi kepada anak bangsa untuk bangkit berkarya bersama Indonesia Mendidik
mengawal Gerakan Mencerdaskan Bangsa.
TUJUAN
1. Memastikan terbukanya akses
pendidikan seluas-luasnya bagi anak-anak usia sekolah untuk mendapatkan hak
mendasar mereka dalam mengakses pendidikan yang berkualitas tanpa ada
diskriminasi
2. Memastikan pendidikan yang dapat
mengidentifikasi minat dan bakat anak-anak Indonesia serta dapat membimbing dan
mengembangkannya agar menjadi manusia Indonesia paripurna.
3. Memastikan pendidikan berkarakter yang mengedepankan budi pekerti, disiplin dan etika yang menjadi esensi mendasar dari kemajuan peradaban Indonesia.
4. Memastikan pendidikan yang ramah dan sehat agar anak-anak merasa gembira berada di lingkungan sekolah dan menjaga keberlangsungan generasi dan masa depan anak Indonesia agar tumbuh sehat dan kuat.
5. Memastikan pendidikan yang memberikan keseimbangan antara kognitif, afektif dan psikomotorik agar anak-anak Indonesia berkembang menjadi manusia yang cerdas, luwes, terampil dan bijaksana.
3. Memastikan pendidikan berkarakter yang mengedepankan budi pekerti, disiplin dan etika yang menjadi esensi mendasar dari kemajuan peradaban Indonesia.
4. Memastikan pendidikan yang ramah dan sehat agar anak-anak merasa gembira berada di lingkungan sekolah dan menjaga keberlangsungan generasi dan masa depan anak Indonesia agar tumbuh sehat dan kuat.
5. Memastikan pendidikan yang memberikan keseimbangan antara kognitif, afektif dan psikomotorik agar anak-anak Indonesia berkembang menjadi manusia yang cerdas, luwes, terampil dan bijaksana.
Link
-internal
Sumber Daya Manusia
Organisasi Indonesia Mendidik merupakan organisasi yang keanggotaanya berupa
masyarakat yang ingin mendedikasikan hidupnya sebagai relawan untuk
melaksanakan program-programnya. Namun, koordinasi relawan dengan pengurus
organisasi dilakukan secara terpusat di Jakarta. Setiap tahun IM mengadakan Rapat
Kerja Nasional (Rakornas) untuk membahas tentang program kerja satu tahun
kedepannya.
Aset
Aset organisasi Indonesia Mendidik masih terbilang belum banyak karena
merupakan organisasi baru. Salah satu aset IM adalah kantor pusat yang berlokasi
di Jl. Sultan Iskandar Muda No. 8 Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan.
Indonesia Mengajar belum memiliki kantor perwakilan di setiap daerah.
Selain itu, aset yang dimiliki IM adalah tiga rekening bank yang berbeda atas
nama Indonesia Mengajar untuk mengumpulkan donasi sebagai sumber pendanaan.
Aset lain IM berupa website yaitu http://www.indonesiamendidik.org,
email (info@indonesiamendidik.org), dan beberapa jenis media sosial seperti
facebook dan twitter.
Finansial
Dalam melakukan program-program kerjanya, IM menggunakan pendanaan yang
bersumber dari donasi dari seluruh masyarakat melalui rekening bank atas nama
Indonesia Mendidik.
Program
· Child
Sponsorship
Sponsorship memberikan
anak karunia yang cerah. Indonesia Mendidik memberikan dampak abadi bagi
anak-anak melalui kemitraan dengan menyediakan alat-alat yang memberdayakan
seluruh masyarakat untuk lebih mendukung kesehatan, pendidikan , perlindungan
anak-anak mereka dan pertumbuhan yang memutus siklus kemiskinan untuk generasi
mendatang. Sebagai Sponsor, Anda memberikan dorongan dan harapan untuk anak
Anda yang disponsori melalui pesan Anda, kartu ulang tahun dan banyak lagi.
Tindakan sederhana mengirim pesan membawa kebahagiaan yang tak terbayangkan
untuk ank disponsori Anda . Bahkan, banyak anak-anak memberitahu kita bahwa
mendengar dari sponsor mereka adalah puncak dari persahabatan mereka. Ketika
seorang anak tahu mereka memiliki seseorang di pihak mereka, mereka dapat
terinspirasi untuk bermimpi besar
· Education
Pendidikan adalah jalan yang anak ikuti untuk mencapai
potensi penuh mereka dalam kehidupan. Namun banyak anak-anak yang membutuhkan,
di seluruh Indonesia tidak mendapatkan pendidikan yang berkualitas di mana
mereka dapat belajar dan berkembang. Untuk memajukan pembelajaran, Indonesia
Mendidi mendukung program pendidikan bagi anak-anak di dalam kelas dan di rumah
· Social
Enterprise
Social Enterprise merupakan bisnis untuk mengatasi
masalah-masalah sosial, meningkatkan komunitas, kemungkinan kehidupan
masyarakat, atau lingkungan . Mereka membuat uang mereka dari menjual barang
dan jasa di pasar terbuka, tapi mereka menginvestasikan kembali keuntungan
mereka kembali ke dalam bisnis atau masyarakat setempat.
· Nationality
Test
Pengajuan kami dalam bentuk format tes nasionalisme
yang akan kami bentuk modul beracuan kepada pakar baik dari segi psikology
maupun daya tahan nasionalismenya.
· Ketahanan
Gizi
"pikiran yang sehat tumbuh dari tubuh yang
sehat" menjadi salah satu program kami dengan memperhatikan konsep gizi
dasar yang kami terapkan bagi anak-anak asuh kami.
Kelemahan
Karena IM sendiri merupakan organisasi yang baru dibentuk (Desember 2015),
dalam pelaksanaanya masih terdapat beberapa kekurangan yang dimiliki. Kekurangan
yang pertama adalah dari aspek infrastruktur dan finansial. Infrastruktur yang
dimiliki oleh IM hanya terbatas pada Jakarta dan tidak memiliki kantor
perwakilan di daerah yang tentunya akan menghambat kinerja program-program yang
ditujukan kepada daerah. Sementara itu dalam aspek finansial IM hanya
mengandalkan donasi masyarakat yang belum tentu besaran yang didapat untuk
mendukung berjalannya program kerja.
Kekurangan lain adalah dari aspek perencanaan program baik dari segi waktu dan
tempat. Perencanaan program dilakukan hanya dalam satu kali dalam satu tahun,
hal tersebut memungkinkan program kerja yang disusun akan menjadi kurang
efektif. Sementara itu dari segi tempat, perencanaan dilakukan hanya terpusat
di Jakarta yang membuat implementasi program diluar jakarta akan kurang efektif
karena tidak mempertimbangkan aspek tertentu pada daerah yang ingin dijangkau.
Prediksi perkembangan
Dengan melihat kondisi saat ini, perkembangan Indonesia Mendidik dapat
dikatakan lambat untuk mencapai tujuan organisasinya jika tidak dilakukan
beberapa perubahan yang progressif. Prediksi perkembangan yang lambat tersebut
didasarkan kepada kelemahan secara internal yang telah diidentifikasikan
sebelumnya.
-eksternal
Stakeholder
Keberlangsungan organisasi Indonesia Mendidik tentunya tak lepas dari
stakeholder sebagai penunjang berjalannya organisasi tersebut. Pemerintah yang
dalam hal ini adalah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sebagai
penyelenggara pendidikan yang utama merupakan salah satu stakeholder yang
penting bagi organisasi IM. Kepala Daerah dan badan legislatif tentunya
juga merupakan stakeholder yang berpengaruh terhadap pendidikan di daerah yang
nantinya juga akan berkaitan langsung dengan program-program pendidikan di
tingkat daerah. Selain itu, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh politik
tertentu juga merupakan stakeholder sebagai pendukung keberlangsungan
pendidikan. Pihak lain yang menjadi stakeholder adalah tokoh-tokoh yang telah
mendukung keberlangsungan pendidikan dengan melakukan audiensi terhadap
organisasi IM seperti salah satunya adalah Pangkostrad TNI Letjen Edy Rahmayadi
yang telah melakukan audiensi dengan IM terkait dengan pendidikan. Pihak
penyelenggara pendidikan formal juga merupakan stakeholder yang penting.
Isu diluar
Seiring dengan dibukanya investasi yang luas di Indonesia, seringkali
perusahaan-perusahaan dalam berbagai bidang memilih memberikan kontribusi
sosial kedalam sektor pendidikan melalui Corporate Social
Responsibility (CSR). Dalam pengalokasian CSR tersebut, perusahaan
seringkali memilih mendistribusikannya dengan berbagai pertimbangan yang
matang. Seiring dengan hal tersebut, stakeholder yang berpengaruh dapat menjadi
nilai plus bagi perusahaan untuk mempertimbangkan alokasi CSR karena telah
memiliki nama yang cukup populer dan dianggap berdampak pula terhadap citra
perusahaan.
Prediksi
Dengan melihat kondisi saat ini, dimana Indonesia Mendidik telah menggaet
beberapa stakeholder yang memiliki pengaruh untuk mendukung keberlangsungan IM
itu sendiri, kesempatan terbuka lebar bagi IM untuk mendapatkan sumber
pendanaan yang baru dengan berharap pada alokasi dana CSR untuk melaksanakan
program kerjanya. Selain itu, bilamana pendanaan dari CSR tidak dapat diperoleh,
masih terbuka kesempatan yang luas juga untuk melakukan program kolaborasi
antara program IM dan program CSR perusahaan.
2. Analisa
SWOT
Strength
|
Weakness
|
Oportunity
|
Threat
|
1. Banyak kerjasama dengan stakeholder berpengaruh
2. Koordinasi program terpusat
3. Konsentrasi terhadap pendidikan yang merupakan concernpemerintah
4. Meliputi program penyediaan sarana fisik dan non-fisik
5. Fokus terhadap pendidikan bagi yang kurang mampu
|
1. Aset fasilitas hanya ada di Jakarta
2. Perencanaan program secara terpusat
3. Pendanaan hanya bersumber dari donasi
4. Terlalu mengandalkan relawan dalam implementasi
5. Perencanaan program hanya dilakukan secara tahunan
|
1.Kesempatan yang luas mendapat sumber pendapatan dari CSR
2. Kesempatan yang luas untuk kolaborasi dengan program CSR
3. Tiap daerah memiliki fokus pada pendidikan
4. Setiap perguruan tinggi memiliki program pengabdian masyarakat
|
1. Ancaman pada eksistensi organisasi netral jika kerjasama dengan CSR
2. Reputasi sebagai organisasi yang baru akan menghambat kesempatan
kerjasama
|
3. Isu
Strategis
Isu strategis dapat
dilihat melalui keterkaitan antara strength dan oportunity organisasi sehingga
didapatkan sebuah isu yang dapat berpengaruh untuk kemajuan IM sendiri. Isu
strategis yang ditemukan antara lain:
1. Banyak
kerjasama dengan stakeholder berpengaruh akan menjadi isu strategis jika
dikaitkan dengan kesempatan untuk kerjasama dengan CSR perusahaan. Stakeholder
berpengaruh akan menjadi jembatan yang efektif untuk menjadi agen link ke
perusahaan.
2. Fokus
terhadap persoalan pendidikan akan menjadi isu strategis dalam kaitannya dengan
oportunity saat setiap daerah memiliki konsen juga dalam pendidikan, sehingga
kesempatan untuk ekspansi untuk memperluas organisasi dapat dilakukan di level
daerah juga.
Subscribe to:
Comments (Atom)
